foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

884219
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
610
1654
3452
871853
9230
30127
884219

Your IP: 34.231.109.238
Server Time: 2020-07-07 08:29:54

radiopid

 

ORANG BIJAKSANA

Sabda Tuhan: “Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi? Baiklah ia dengan cara hidup yang baik menyatakan perbuatannya oleh hikmat yang lahir dari kelemahlembutan.

“(Yakobus 3:13)

 

 

Menjadi orang yang bijaksana.  Jika  di sederhanakan arti kata orang bijaksana itu  atau orang yang berhikmat adalah orang yang bisa menjalin hubungan dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain. Jadi  bijaksana di sini dalam pengertian lebih dari sekedar ilmu pengetahuan. Kita tahu bahwa banyak orang yang pintar atau berpengertian namun tidak memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Namun, sebaliknya orang yang dianggap tidak pintar  memilki kembampuan yang luar biasa untuk menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

 

Adapun ciri orang yang berhikmat atau orang yang bijaksana itu adalah  di dalam hidupnya menunjukan cara hidup yang baik. Cara hidup yang baik di sini adalah hidup yang senantiasa berkiblat kepada kebenaran. Ia semakin menjauh dari hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan, dan senantiasa menuju kepada  ketaatan kebenaran yang dikehendaki oleh Tuhan. Di sini tidak ada kaitanya dengan kepintaran atau IQ,.

Lantas ciri yang kedua di dalam sada Tuhan itu disebutkan memiliki kelembutan. Kelembutan bukan berati tidak pernah marah, tidan pernah menentang orang, selalu tunduk, menurut selalu berkata-kata halus, bukan demikian. Yang dimaksudkan di sini adalah kemampuan untuk mengendalikan. Jika digambarkan kelembutan itu adalah seperti  orang yang menjinakkan seekor kuda binal. Kuda itu baru bisa ditunggangi atau dipasang untuk menarik kereta kalau sudah dijinakkan. Kuda itu tidak hilang kekuatannya setelah dijinakkan, namun kuda itu bisa dikendalikan.

Ada firman Tuhan yang mengatakan: “Dengan lemah lembut menegur orang yang melakukan kesalahan supaya orang itu bisa dibawa kembali kepada kebenaran”. Lembah lembut masih memiliki kekuatan meneguh, mendisiplin. Namun teguran dan disiplin itu  dengan pengendalian yang baik. Jika seseorang  bisa menunjukkan cara hidup yang baik dan  memiliki kelembutan, ia adalah orang yang bijaksana.

 

UNTUK MENANG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN INI, MEMANG DIPERLUKAN HIKMAT YANG LAHIR DARI KELEMBUTAN.

 

 

 


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.