foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

345448
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
460
982
3609
338204
7543
11517
345448

Your IP: 52.91.245.237
Server Time: 2018-12-12 18:32:37

Radio Streaming

PENGOBATAN GRATIS PID DI DESA KRISIK, BLITAR

Pelayanan dalam bentuk sosial yang dilakukan oleh Lembaga Iman dan Doa atau PID yang sudah menjadi agenda rutin setidak-tidaknya minimal dalam tiga bulan sekali itu merupakan bentuk pelayanan yang bukan hanya melaksanakan perintah Tuhan Yesus kepada setiap kita untuk memperdulikan orang lain secara fisik, tapi lebih dari itu pelayanan sosial ini memiliki makna bagaimana kehadiran orang percaya bisa berguna bagi orang lain. Tujuan besarnya adalah menghadirkan Kristus dalam setiap sisi kehidupan orang-orang Kristen.

 

Hal itulah yang ingin dilakukan oleh Tim Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang pada bulan Juli 2018 ini dilaksanakan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Pelaksanakan pengobatan gratis itu sendiri diadakan di Gedung gereja serta pastori dari Gereja Betel Indonesia Krisik dengan menyulap tempat ibadah itu menjadi sekat-sekat untuk proses dari pendaftaran, pengecekan kondisi pasien, ruang tunggu  pasien untuk menuju ke ruang pemeriksaan ke ruang dokter dan akhirnya pengambilan obat.  Tentu saja sebelum proses akhir menuju ke ruang pengambilan obat, pasien akan selalu ditanya, apakah bersedia untuk didoakan. Apabila pasien tidak merasa keberatan untuk didoakan maka mereka akan dibawa ke ruang doa bagi pasien. Alur seperti ini menjadi pola bagi tenaga-tenaga relawan yang terlibat dalam pengobatan gratis ini. Sehingga tanpa perlu komando yang rumit semua yang terlibat dalam pelayanan ini sudah mengerti akan tanggung jawabnya masing-masing. Menariknya adalah, dalam pengobatan gratis di desa Krisik ini awalnya di bagian pengatur lalu lintas pasien yang sudah melalui proses pemeriksaan dokter diingatkan untuk tidak lupa selalu menanyakan kepada setiap pasien, apakah bersedia untuk didoakan. Pasalnya ada seorang pasien dari tokoh masyarakat setempat untuk tidak mendoakan mereka yang tidak bersedia berdoa bersama. Namun dalam kenyataannya, hampir semua pasien yang datang selalu dan bersedia untuk berdoa bersama. Memang benar bahwa tidak semua pasien yang datang berobat bersedia untuk didoakan, namun hampir 98 % menyerahkan diri untuk didoakan.

           Berbagai alasan mengapa para pasien yang datang itu bersedia untuk didoakan? Dengar saja apa kata Pak Sardi (bukan nama sebenarnya). “Saya ini orangnya terbuka, dan saya rasa berdoa kepada yang di Atas itu baik-baik saja,” katanya memberi alasan. Namun hal lain adalah, terkadang di ruang doa itu menjadi ajang di mana dia bisa mengungkapkan isi hatinya, pergumulannya dalam kehidupan sehari-hari. Lain lagi dengan seorang ibu tua yang tidak keberatan untuk didoakan karena dia begitu berharap penyakit maag yang dideritanya bertahun-tahun bisa sembuh. Memang, apapun alasannya para pasien yang datang untuk berobat itu adalah mereka yang sedang membutuhkan sesuatu, apakah itu kesembuhan secara jasmani yang terkadang juga tidak lepas dari masalah psikis seperti masalah yang dihadapi dalam hidupnya yang berimbas kepada penyakit fisik. Untuk itulah mereka datang berobat.

        Lembaga Iman dan Doa atau PID ingin menjadi bagian dari apa yang pernah didiskusikan oleh para murid dengan Tuhan Yesus dengan sebuah pertanyaan, “Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?” Jawaban Tuhan Yesus sangat praktis ketika mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.” (Matius 25:44-45). PID ingin melakukannya.

 

 


Copyright © 2018 PID MEDIA Rights Reserved.