BERSABARLAH

 

Pernahkah kita menerima nasihat   dari sahabat kita dengan kata “Bersabarlah”? kata itu keluar dari orang yang dekat dengan kita, mengerti tentang kita, dan penuh perhatian dengan kita. Dan walaupun dada kita penuh dengan gelombang  kemarahan yang bergulung-gulung, atau kita di dalam derita yang berkepanjangan membuat hati  rasanya remuk, namun ketika seorang sahabat menepuk bahu kita, dan berkata “Bersabarlah”, maka  kata itu membuat  hati kita pelan-pelan reda, kekuatan kembali tumbuh.

Memang sangat besar manfaat bila mana kita ada di hati  seseorang, disambut sebagai sahabat.   Dan itulah tugas  sebagai orang percaya untuk dekat dengan siapa saja. Ada istilah yang sangat bagus “musuh satu terlalu banyak, sahabat seribu masih kurang”.  Salah satu tanda kita sebagai orang percaya adalah berjuang untuk menjadi sahabat bagi siapa saja. Karena orang lebih mendengar kata sahabatnya dari pada orang lain. Yakobus memberi nasihat kepada orang-orang Kristen yang sedang mengalami  derita  pada waktu itu: “ Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi”(Yakobus 5:7).

Nasihat yang  luar biasa, menyejukan, dan mendatangkan kekuatan yang hebat, dengan perumpamaannya. Mana ada petani yang karena ingin segera panen, tanamannya di tarik supaya segera tinggi? Ia tetap menanti walaupun bagaimanapun sampai pada waktunya memetik buah dari tanamannya itu.  Oleh kerena naihat tersebut, orang percaya pada waktu itu menjadi kuat, dan  tetap mempertahankan sikap sebagai orang yang percaya.

 

ALANGKAH BAHAGIANYA KITA  BILA KATA-KATA KITA MENDATANGKAN KEKUATAN  SESEORANG  YANG SEDANG DALAM