foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

884254
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
645
1654
3487
871853
9265
30127
884254

Your IP: 34.231.109.238
Server Time: 2020-07-07 09:12:40

radiopid

 

SETIAP ORANG BERIMAN BISA MELAKUKAN

    Ada suatu kenyataan dalam kehidupan ini yang hanya sedikit orang bisa melakukan, dan orang lain tidak bisa melakukannya.  Misalnya proklamator di Negara Indonesia, yang bisa melakukan hanyalah Bung Karno dan Bung Hatta, orang lain tidak ada yang bisa melakukannya. Contoh lagi, pahlawan wanita nasional ibu Kartini, tidak ada yang bisa melakukannya. Namun, kalau kita membaca tulisan Ibrani 11, di sana di tulis banyak tokoh yang sangat berperan di dalam imannya.  Banyak orang menyebut yang ditulis di dalam Ibrani 11 itu adalah tokoh-tokoh iman. Mereka itu  Abraham, Sarah, Musa, Sarah, Habel dll.

 

Dan daftar itu bisa bertambah terus. Karena  apa yang dilakukan  mereka bukan orang lain tidak bisa melakukan, orang lain juga bisa melakukan hal yang sama seperti mereka yaitu hidup di dalam iman. Jadi daftar orang-orang yang berjuang dalam iman itu bisa ditambah.

     Seorang hamba Tuhan bercerita di sela-sela kotbahnya:  Seorang ibu mengalami tekanan bahkan sampai penyiksaan fisik karena ia tetap membandel  pergi ke gereja, pada hal suaminya melarangnya. Berbagai kesempatan ia tetap pergi ke gereja, walaupun kalau suaminya tahu langsung mukanya jadi merah, biru, karena di tampar dan dipukul.

    “Pak, jika aku tidak boleh ke gereja, aku tidak bisa mengasihimu”, ratap ibu.

    “Orang lain tidak ke gereja juga baik-baik saja, banyak orang kaya, malah tidak ke gereja, mereka rumah tangganya ya baik-baik saja”, demikian jawab suaminya penuh tekanan. Dan mengakhiri kata-kata itu dengan pukulan.

    Namun, walaupun diperlakukan demikian ibu itu tetap pergi ke gereja. Sampai beberapa orang menasihati supaya menurut apa kata suaminya saja, bahkan orang gerejapun menasihati demikian karena memang tidak tega melihat  akibat kalau ketahuan suami pergi ke gereja.

     “Saya sudah doakan suami saya, pada suatu ketika ia akan seperti kita”, demikian jawab ibu itu kalau dinasihati teman-teman gerejanya.

     Suatu saat ibu ini sakit, tidak menyangka bahwa sakit yang hanya dadakan itu membawa ibu itu ke dalam kematian. Bagaimanapun suaminya yang sering menyiksanya karena ibu ini senang ke gereja menjadi kehilangan sekali.  Suatu hari Minggu anjing peliharaannya itu gelisah, lari ke sana – ke mari, kalau sudah di pintu menggaruk-nggaruk pintu.  Suami ibu yang hidup dalam iman yang tidak suka almarhum istrinya ke gereja itu, heran terhadap anjing, dipikir mau buang kotoran, maka di buka pintu depan, lantas anjing itu lari ke luar. Sebentar berhenti melihat tuannya, dan ternyata bapak itu juga mengikuti anjing itu mau ke mana. Ketika anjing itu melihat tuannya mengikuti, ekornya di gerak-gerakkan tanda senang sekali. Rupanya anjing itu masuk ke gereja, duduk  di bawah  bangku gereja , di mana  majikan putrinya dulu duduk di situ. Ekor anjing itu bergerak-gerak menandakan suka sekali melihat majikan laki-laki itu duduk di situ juga. Anjing itu diambil mau dibawa pulang namun anjing itu melawan, akhirnya bapak itu duduk di situ karena malu juga ia ribut karena anjing, tentu ia mengganggu orang ibadah. Ia ke gereja karena menjaga anjingnya. Dan peristiwa itu terjadi setiap hari Minggu. Nampaknya Roh Kudus berkarya di hati Bapak ini. Dalam pemberitaan firman,  tiba-tiba Firman Tuhan merasuk di dalam hatinya. Ia sadar apa yang telah dilakukan terhadap istrinya, ia sekarang tahu mengapa istrinya demikian setia ke gereja, karena istrinya sudah menemukan jalan keselamatan yang lebih berharga di banding dengan segala kekayaan di dunia ini. Ia menyesal, namun sudah terlambat. Bapak itu menerima Yesus Kristus sebagai Juru selamatnya, dan menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Ia ingin meneladani istri tercintanya yang telah disia-siakan karena iman. Air mata penyesalan tidak henti-hentinya mengalir dan membasahi pipinya. “Oh, jika istri saya masih hidup, kebersamaan ke gereja merupakan keindahan”, demikian keluhan bapak tadi. Namun, memang sudah terlambat. Beruntung dia juga mendapatkan keselamatan, walaupun sekarang tidak bisa bersama,  kelak akan bertemu juga dengan istrinya.

    Ibu tadi sudah menambahi deretan sejarah orang beriman yang ditulis dalam ibrani 11.  Dan ibu itu sudah melakukan apa yang ditulis dalam Wahyu 2:10, “Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan”.

MAHKOTA KEHIDUPAN HANYA DIBERIKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG SETIA TERHADAP IMANNYA SAMPAI MAUT MENJEMPUT.

 

    


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.