TANTANGAN LEBIH BERAT

    Salah satu orang tua beriman berkata, bahwa mendidik anak pada jaman sekarang tidak semudah pada jaman dahulu. Demikian juga hidup sebagai orang yang benar tantangannya demikian berat, berbeda dengan pada jaman dahulu. Namun, memang Rasul Paulus jauh-jauh hari sudah mengatakan kepada orang-orang beriman pada waktu itu. Dia menulis: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar”. Paulus di dalam urapanNya sudah melihat ke depan jauh, bahwa memang akan terjadi masa yang di sebut sukar tersebut.  Apakah yang dimaksudkan kata sukar dalam tulisan Paulus tersebut. Seorang hamba Tuhan menjelaskan bahwa kata “sukar” itu bisa diterjemahkan: keras, sulit diatasi, berat ditangani, kejam, penuh bahaya, menyakitkan. Konon kata itu hanya sekali ditulis dalam Alkitab kita yaitu di dalam Matius 8:28.

 

Di ayat itu kata sukar dalam Bahasa Yunani  diterjemahkan berbahaya. Jadi Paulus mau mengatakan demikian “Ketahuilah, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar, berbahaya, sulit, berat, kejam dan keras”

    Jadi kalau ada orang yang mengatakan  bahwa bagi orang yang beriman hidup pada jaman sekarang  hidup yang penuh teror, penuh ancaman, dan sangat berbahaya, itulah penggenapan apa yang ditulis Paulus tersebut. Bahkan ada yang mengatakan bahwa hidup orang beriman akan menghadapi kekerasan, mengerikan, dan mengancam akan keselamatan. Semua itu terjadi pada jaman akhir, dan tidak ada yang bisa menghindari. Mengapa terjadi demikian Paulus menjelaskan sebabnya. “Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan memberontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran”.(II Timotius 3:2-5,7)

   Apa yang ditulis Paulus merupakan peringatan bagi kita. Jika kita belum mengalami  apa yang disebut  “sukar” seperti yang ditulis Paulus maka itu adalah merupakan kesempatan yang berharga bagi kita untuk menunaikan tugas sebagai orang beriman, yaitu menjadi berkat bagi sesama dan membawa berita sukacita dari Sorga ke segenap machluk.

JANGAN SIA-SIAKAN WAKTU SEHINGGA KITA MENJADI ORANG YANG KETINGGALAN KARENA PINTU TERTUTUP, DAN YANG ADA HANYA MENGHADAPI SITUASI “SUKAR” SEPERTI YANG TERTULIS DI KITAB SUCI