foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

725594
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
427
1484
7057
708207
31266
25661
725594

Your IP: 18.206.14.135
Server Time: 2020-02-28 08:35:10

radiopid

 

MEMBIARKAN DIRI HANYUT

   Seorang Hamba Tuhan beberapa kali menggelengkan kepalanya dengan menampakkan raut muka yang sedih, kecewa, dan sakit hati, karena seseorang yang tadinya menjadi team pelayanan yang solid, dipercaya banyak hal, tiba-tiba meninggalkannya. Orang yang tadinya menjadi team pelayanan itu meninggalkannya karena alasan yang tidak masuk di akalnya, lebih terseret kepada hal-hal yang bersifat duniawi. Yang membuat lebih sakit hati adalah sekarang  ia berdiri melawan hamba Tuhan tersebut.

 

   Peristiwa yang dialami oleh rekan hamba Tuhan itu adalah hal yang sering terjadi dalam dunia pelayanan rohani. Penyangkalan diri, memikul salip, mengikut Yesus adalah sebuah  kata yang enak dikatakan, namun tidak enak kalau dilakukan. Di dalam Kitab suci, seorang yang bernama Demas, ia adalah salah seorang team dari Paulus di dalam pelayanan. Paulus pernah menyebut dalam suratnya orang yang bernama Demas ini demikian: “Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku”.(Filemon 23-24). Tulisan yang menyebutkan nama Demas itu masih demikian dekatnya, suatu team Paulus yang kompak. Namun, nampaknya beberapa waktu kemudian Demas ada erosi kehidupan sehingga dalam surat yang lain berbunyi demikian: “Salam kepadamu dari tabib Lukas yang kekasih dan dari Demas”(Kolose 4:14). Kalimat yang tidak panjang, kalau Tabib Lukas di tambahi “yang kekasih” namun kalau Demas hanya disebutkan Demas titik. Sudah pasti ada sesuatu di dalam kehidupan Demas. Dan ternyata akhirnya memang terbukti bahwa Demas telah terseret kedalam bujukan dunia, dan dengan sadar meninggalkan Paulus. Paulus menulis di dalam suratnya kepada Timotius: “Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.”(II Timotius 4:9:10). Demas telah terseret kepada bujukan dunia ini sehingga ia berdiri untuk menjadi lawan Paulus. Perlawanan Demas kepada Paulus bersifat pasif, ia membiarkan, meninggalkan, tidak melakukan apa yang menjadi kesepakatan team. Seorang hamba Tuhan lain sikap Demas ini adalah “membiarkan sendiri, membatalkan kerjasama, membiarkan jatuh.”

    Apa yang dilakukan Demas merupakan pelajaran bagi kita. Bisa jadi roh Demas akan merasuki kita di dalam pelayanan. Kita tidak lagi solid yang tadinya kita benar-benar dengan rela menyangkal diri, sukacita memikul salip kita sendiri, semangat mengiring Tuhan, namun tiba-tiba kita seperti berbelok arah. Kita  lebih cenderung keduniawian. Hal-hal yang bersifat duniawi dirohanikan. Segenap yang dilakukan bukan lagi untuk kemuliaan Tuhan, namun berbalik menjadi kemuliaan diri. Yang tadinya hidup sederhana sebagai penyerahan diri, namun sekarang mulai berbicara fasilitas.. kehidupan yang berlawanan dengan komitmen pertama penyangkalan diri. Seorang hamba Tuhan yang sudah Emiritus menasihati: “Hati-hati dik kamu dan saya bisa meniru apa yang dilakukan Demas, karena dunia ini begitu halusnya membujuk sehingga kita tidak terasa kalau jatuh”

SALAH SATU CARA UNTUK TETAP  KONSISTEN DALAM KEMURNIAN PELAYANAN DAN TIDAK GAMPANG TERSERET BUJUKAN DUNIA ADALAH JANGAN MEMBIARKAN DIRI MENCIPTAKAN KEBUTUHAN.

 


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.