foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

900600
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
660
740
3514
892124
4320
21291
900600

Your IP: 34.200.218.187
Server Time: 2020-08-05 13:13:22

radiopid

 

DISIAPKAN UNTUK MENJADI ORANG BESAR

   Merenungkan firman Tuhan I Samuel 16, yaitu peristiwa Daud di pilih dan diurapi menjadi raja adalah suatu peristiwa yang mempesona. Bagaimana tidak? Daud sendiri pasti tidak menyangka kalau dirinya dipilih Allah untuk menjadi raja. Ia bekerja seperti biasa di padang gurun bersama domba-dombanya.  Di tengah keluarganya tidak pernah diperhitungkan bila dibanding kakak-kakaknya yang telah terlebih dahulu menjadi prajurit. Begitupun di tengah masyarakat orang seperti Daud tidak banyak menjadi perhitungan. Seorang hamba Tuhan setengah baya di dalam kotbahnya khususnya belajar dari tokoh Daud memberikan prinsip-prinsip yang penting untuk pelajaran bagi kita  dari kehidupan Daud ini.

 

    Yang pertama,  Allah melatih Daud hidup di dalam keheningan. Daud menggembala di padang, ia berada di dalam keheningan. Di tengah keheningan demikian ia banyak mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Bersekutu dengan Tuhan secara erat. Kekuatiran yang terjadi pada jaman sekarang banyak pemimpin gereja yang sibuk pelayanan, sampai tidak ada waktu untuk di tempat yang hening, di sana bersama Tuhan. Karena hanya di dalam Tuhan bisa belajar banyak dari kehidupan  sebagai seorang pemimpin.

   Yang kedua, membiasakan diri tidak mendapat penghargaan. Di padang gurun, Tuhan mengajar setia dalam hal-hal yang kecil. Daud menjadi orang kecil yang tidak terkenal,  pekerjaan yang dilakukan tidak dilihat orang  tidak dihargai orang, dan hasil yang dicapai tidak dilihat orang banyak.

   Yang ketiga,  Daud dilatih bekerja monoton. Artinya  kerja secara rutin dan diharuskan setia kepada hal-hal yang kecil, yang nampaknya tidak penting yang bersifat rutinitas, yang sangat biasa, yang tidak terlalu menarik, yang bersifat tugas harian.

   Yang keempat, Allah melatih Daud menghadapi kenyataan. Bangsa mengalami kegentaran karena harus menghadapi musuh orang Filistin yang memiliki  perwira yang menakutkan. Banyak orang Israel meragukan kemampuannya, bahkan Saul sendiri heran ada orang muda yang berani melawan seorang prajurit yang sudah biasa memegang senjata. Namun, akhirnya Daud  bisa menang terhadap perwira Filistin tersebut.

   Apa yang dialami Daud adalah merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi kita, kalau memang kita ingin menjadi orang besar di hadapan Tuhan. Biasakan ada waktu bersekutu dengan Tuhan, tidak memberi nilai diri terlalu tinggi, setia dalam pekerjaan yang dipercayakan kepada kita walaupun kecil sekalipun, dan siap menghadapi kenyataan walaupun pahit sekalipun.    Sabda Tuhan: “Aku, Akulah yang mengatakannya dan yang memanggil dia juga, Akulah yang mendatangkan dia, dan segala usahanya akan berhasil”(Yesaya 48:15).

KALAU MEMANG INGIN MENJADI ORANG BESAR DI HADAPAN TUHAN PERLUNYA KESABARAN,  KETEKUNAN, KESUNGGUHAN DI DALAM MENGERJAKAN PEKERJAAN YANG DIPERCAYAKAN KEPADA KITA.


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.