foto1 foto2 foto3 foto4 foto5


Pelayanan Iman & Doa
www.pidmedia.net
PID

Pelayanan Kristen (Christian Ministry Church) Badan Hukum : Departemen Agama RI no.156 Tahun 1990, Motto PID adalah MELAYANI YANG BELUM TERLAYANI, Donation; Bank Central Asia (BCA), Account No : 3312172299,Beneficiary name : Christi Yana Rahayu atau Pudjianto +++ Swift Code: CENAIDJA ;Beneficiary Bank Name: Bank Mandiri, Beneficiary Branch: KCP Batu,Beneficiary Account No: 144-00-1556515-0, Beneficiary name: Pudjianto/Monika Maria Paramita +++ Swift Code: BMRIIDJA +++ +++

Visitors Counter

900683
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
743
740
3597
892124
4403
21291
900683

Your IP: 34.200.218.187
Server Time: 2020-08-05 14:09:49

radiopid

 

TENGGELAM DALAM PERCATURAN SEJARAH ORANG BERIMAN

    Eliap adalah termasuk anak sulung yang disebutkan namanya sejak I Samuel 16. Daud adalah adiknya yang bungsu. Ketika Nabi Samuel datang ke rumahnya. Dan tiba-tiba secara berurutan dia dan saudara-saudaranya di minta berjalan di depan Nabi Samuel. Ia tidak tahu apa yang dimaksudkan, ayahnya terpaksa menyuruh seseorang untuk menjemput Daud karena pada waktu itu Daud masih ada di padang menggembalakan dombanya. Herannya, justru ia melihat bahwa adiknya yang bungsu itulah yang diurapi oleh Nabi Samuel menjadi raja. Barang kali peristiwa ini sangat melukai hatinya, mengapa bukan dia sebagai anak yang sulung, malah adiknya yang bungsu yang tidak ternama sama sekali.

 

   Rasa sakit hati  itu terlihat ketika Bangsanya melawan Bangsa Filistin. Eliap sudah menjadi prajurit, namun ketika itu seperti prajurit yang lain bahkan raja Saul sendiri mengalami ketakutan mendapatkan tantangan dari Goliat supaya mengirimkan wakil satu saja. Bangsanya tidak ada satupun yang bisa mewakili untuk melawan Goliat. Di tengah-tengah situasi demikian Daud hadir, dan banyak tanya sana-sini. Di situlah Elipa marah kepada Daud. “Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: "Mengapa engkau datang….”(I Samuel 17:28). Apa yang dikatakan Eliap ini adalah  disebut serangan motifasi.

  Kemarahan itu dilanjutkan: “ pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun?”(I Sameul 17:28). Seolah-olah kata-katanya itu mau mengatakan “kamu itu sudah ditetapkan menjadi gembala domba, jangan macam-macam”. Serangan untuk mengkotak seseorang tidak bisa mengembangkan karunia yang Tuhan berikan.

   Lantas dilanjutkan: “. . .Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu . . .” artinya mengkukur kesalahan orang lain dengan kesalahan sendiri. Eliap lebih senang berperang dengan adiknya sendiri, dari pada Goliat.

   Sebagai akibat dari pada tabiat  yang demikian itulah maka Eliap terhilang dalam percaturan sejarah orang beriman.

    Apa yang sudah terjadi ini merupakan pelajaran yang berharga kepada kita, kalau kebetulan kita menjadi senior di dalam pelayanan.

  1. Jadilah motivator yang baik bagi orang muda, beri mereka kesempatan untuk berlatih – dan berlatih, jangan gampang mencela, kuatkan motivasinya untuk terus maju, sehingga ia bisa dipakai Tuhan secara luar biasa.
  2. Jangan menjadi penghalang orang muda terus maju dengan berkata: Ah… kamu itu memang tidak bisa lebih dari pada menjadi….”. Kadang-kadang orang yang tidak pernah kita perhitungkan menjadi orang yang luar biasa. Semua adalah Tuhan bukan kita.
  3. Jangan menghakimi orang lain berdasarkan kesalahan yang telah kita lakukan.  Jangan senang bermasalah dengan warga sendiri yang akan maju pelayanan. Utamakan dengan kesiapan yang sungguh-sungguh menghadapi tantangan dari luar.

IRI HATI, KEPAHITAN, SAKIT HATI DAN SEJENISNYA ADALAH ALAT SI ROH KEGELAPAN UNTUK MENENGGELAMKAN KITA DALAM KANCAH PERJUANGAN MEMULIAKAN TUHAN DI BUMI INI.


Copyright © 2020 PID MEDIA Rights Reserved.