PELAJARAN DARI PERANG DAUD DAN GOLIAT

Suatu Peristiwa yang di tulis di dalam Alkitab sudah tentu ada maksud dan tujuannya. Maksud dan tujuannya adalah untuk menjadi pelajaran bagi kita yang hidup pada jaman sekarang di dalam menjalani kehidupan ini. Demikian peperangan Daud dan Goliath yang tertulis di dalam I Samuel 17,  ada pelajaran yang bisa di petik dari peristiwa tersebut. Karena di dalam kehidupan orang percaya kadang-kadang harus menghadapi raksasa-raksasa yang menyebabkan tawar hati, kuatir, takut dan tidak sedikit akhirnya orang percaya tenggelam imannya. Seorang hamba Tuhan di dalam kotbahnya memberikan beberapa hal pelajaran yang patut kita perhatikan.

 

  1. Menghadapi raksasa tantangan  dalam kehidupan kita memang sangat menakutkan. Oleh karena itu kita tidak boleh main-main di dalam menghadapinya. Hati kita harus bulat mengakui  “Tuhan lebih besar dari apa yang saya hadapi.” Dengan iman yang demikian itulah kita menghadapi raksasa tantangan yang  akan menghancurkan kehidupan kita.
  2. Di dalam menghadapi raksasa masalah, kita sendiri yang menghadapinya. Inilah kenyataannya. Tidak orang lain. Mungkin orang lain berkata bahwa masalah yang kita hadapi sepele. Namun bagi kita sangat besar dan berat. Kita harus menghadapinya, tidak bisa wakil orang lain.
  3. Percaya kepada Allah adalah suatu pengalaman yang membuat hati tenang. Yang membuat berpikiran jernih dan mengambil keputusan yang bijak adalah kalau hati ini tenang. Dan hati yang tenang itu hanya di dapat kalau percaya kepada Allah. Kuncinya di situ.
  4. Pengalaman kemenangan dalam menghadapi tantangan masalah adalah sebuah pengalaman yang tidak mudah di lupakan.

Pemazmur dalam tulisannya menyatakan demikian: “ Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah” (Mazmur 62:2-3).

KUNCI KEMENANGAN MENGHADAPI TANTANGAN RAKSASA DI DALAM KEHIDUPAN KITA INI ADALAH KEPERCAYAN KITA YANG BULAT BAHWA ALLAH YANG KITA PERCAYAI ADALAH ALLAH YANG BESAR.