KEBAHAGIAAN YANG TIDAK TERKATAKAN

   Dalam kotbah di Radio pagi seorang hamba Tuhan memberikan sebuah cerita yang menarik. Ada 3 sahabat yang sudah lama tidak pernah berjumpa. Ketika muda ke tiga orang yang telah menjadi sahabat itu tidak pernah berpisah.  Ke manapun pasti bertiga. Namun, karena masing-masing harus berumah tangga dan karena pekerjaan, maka mereka berpisah. Bertahun-tahun tidak pernah berjumpa, hingga pada suatu ketika mereka akan mengadakan pertemuan lagi untuk mengenang masa lalu. Pertemuan yang direncanakan ternyata berhasil, dan memang mereka sudah menjadi tua. Pertemuan itu diisi masing-masing menceritakan pengalaman hidup yang sangat membahagiakan.

 

  Orang pertama menceritakan bagaimana pada suatu ketika ia berburu beruang di kutup. Ia menembak beruang itu. Namun rupanya tembakan pertama tidak membuat beruang itu mati. Beruang itu  marah dan mengejar orang pertama itu. Keadaan itu sangat menegangkan, ia mencoba menyelamatkan diri. Ia hampir kehilangan harapan untuk hidup. Namun, dalam kesempatan yang sangat terbatas itu, ia bisa mengisi peluru yang memang senapannya hanya berisi satu, ia tembakan ke beruang yang sedang mengejar itu, dan beruang itu akhirnya mati. Itu kenangan yang membahagiakan yang sulit dilupakan.

  Yang ke dua menceritakan  ketika ia memancing di lautan, ia mendapatkan ikan yang sangat besar, berjam-jam bergumul untuk menaklukan ikan tersebut. Hampir ia terseret dan masuk ke dalam air. Setelah beberapa lama ikan itu bisa ditaklukan dan untuk kenangan, kulitnya di pajang di kamar tamu rumahnya. Ia juga hampir kehilangan harapan, namun setelahnya ia bangga dan bahagia.

  Yang ke tiga, lama  di tunggu tidak segera bercerita namun matanya menerawang jauh ke depan, dan di dalam matanya mengembun air mata. Melihat hal yang demikian teman-temannya berdebar-debar, dan menanti-nanti, apa yang membuat temannya bersikap demikian. Orang ketiga itu bercerita, bahwa di masa hidupnya yang tidak lama lagi itu, ia menemukan jalan keselamatan kekal, yang tidak ada duanya di dunia ini. Ia bertemu dengan Yesus Kristus, yang menjanjikan keselamatan kekal bagi yang menerimaNya. Ia dan keluarganya sangat bahagia, karena di dalam hidup akhirnya ada pengharapan yang membahagiakan. Pengalaman yang membahagiakan dan tidak terlupakan bahwa setelah masuk ke gerbang kematian nanti, di sana ada jaminan yang menyukakan hati.

   Pengalaman orang ke tiga itu mengingatkan tulisan Petrus kepada orang yang percaya demikian: “Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.(I Petrus 1:8-9).

KENANGAN INDAH YANG MEMBAGIAKAN DAN TIDAK TERLUPAKAN ADALAH KETIKA  HIDUP KITA ADA JAMINAN KESELAMATAN KEKAL. ITULAH YANG MENYUKAKAN HATI