MERASA TIDAK LAYAK

   Tidak bisa disangkali bahwa  jika di dalam hati ada perasaan tidak layak di hadapan Tuhan, maka yang ada adalah ketakutan dan juga rasa rendah diri yang dalam. Jika seseorang memiliki perasaan yang demikian, ia akan berusaha menjauhi persekutuan orang benar. Ia sulit diajak untuk  ke beribadah bersama di gereja. Bahkan Gereja menjadi yang paling menakutkan dia. Ia merasa bahwa yang pantas di tempati justru di kumpulan-kumpulan orang yang sudah biasa melakukan dosa, namun tidak merasa bahwa dosa yang dilakukan itu berdosa. Bahkan bangga jika melakukan dosa.

 

   Itulah salah satu pekerjaan iblis  membuat keraguan di hati manusia untuk datang kepada Allah. Di tanamkan di dalam hatinya bahwa Tuhan tidak berkenan, karena memang hidupnya selama ini tidak pantas. Sudah tentu pikiran yang demikian sangat bertolak belakang dengan apa yang ada di dalam hati Allah. Allah telah menyediakan jalan yang membuat manusia layak di hadapanNya, yaitu melalui percaya kepada Yesus Kristus. Maka jika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, yang tadinya tidak layak, di layakkan, yang tadinya tidak suci, disucikan, yang tadinya hidupnya tidak diperkenan Tuhan menjadi diperkenan, ya itu karena imannya kepada Tuhan Yesus. Kitab suci tertulis: “Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya Allah yang esa …,(Yudas 24).

   Jadi kita menghadap Tuhan bukan menggunakan kesucian kita sendiri. Bukan menggunakan kebenaran kita sendiri. Namun kebenaran yang diberikan Tuhan melalui penebusan Tuhan Yesus di kayu salip sehingga melayakan kita menghadap Tuhan yang kudus. Tulisan dalam surat Yudas itu dilanjutkan: “… Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin’( Yudas 25). Kata amin di sini bisa diartikan “Saya percaya”. Kata amin berkaitan dengan bunyi Firman Tuhan ini: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah”(Yohanes 3:16-18).

 

SIAPAPUN MEMANG TIDAK ADA YANG LAYAK DI HADAPAN ALLAH, IA HANYA DIAKUI LAYAK SETELAH ORANG PERCAYA TUHAN YESUS, KARENA HANYA YESUS YANG MENJADI PERKENAN ALLAH TIDAK ADA YANG LAIN.