Seharusnya Tetap Peduli

Pada umumnya 25 hamba Tuhan yang hadir saat itu merupakan pendengar dari Radio Rasinda (Radio Sion Perdana). Sementara Pdt. Musi Teja adalah pemilik radio tersebut. Dalam kesaksian dari para hamba Tuhan itu biasanya mereka menjadi pendengar setia di kala di rumah mendengarkan program-program produksi Lembaga yang disiarkan di Radio Rasinda yang bertengger di AM dan FM tersebut

Seharusnya Tetap Peduli
Seharusnya Tetap Peduli

Tak dapat disangkal bahwa efek munculnya pandemi Covid-19 ini telah mendatangkan korban termasuk secara eknomi banyak orang. Ada yang kehilangan pekerjaan, kehilangan usaha, demikian juga bagi mereka yang berbisnis jualan efeknya adalah jarangnya pembeli yang datang. Bahkan di bidang rohani imbas virus yang mendunia ini juga terasa dalam persekutuan gereja. Sudah cukup lama gereja tidak bisa berkumpul untuk beribadah oleh karena pembatasan. Persoalannya adalah ada pengaruh terhadap pemasukan gereja. Bagi warga yang sadar tetap memberikan berkatnya berupa persembahan dengan cara yang berbeda dengan ketika mereka bisa berkumpul. Dengan cara transfer misalnya, dengan dikumpulkan kolekte melalui wilayah masing-masing setelah itu koordinator wilyah akan mengirimkan kepada Pusat.

Cara-cara di atas memang menjadi lazim dilakukan di berbagai gereja khususnya gereja-gereja besar yang sudah terbiasa dengan sistim uang digital, atau yang memiliki pengaturan gereja karena jemaatnya anggotanya banyak sehingga mudah untuk diatur. Tetapi bagaimanakah dengan rekan-rekan yang melayani di pedesaan, dan bagi mereka yang sedang merintis. Di sana tidak ada ibadah, tentu tidak ada juga pemasukan melalui persembahan warganya yang tidak bisa beribadah. Beberapa rekan pendukung Lembaga Pelayanan Iman & Doa (PID), memberikan dukungan untuk berbagi kepada rekan-rekan hamba Tuhan khususnya gereja-gereja  Ini yang dilakukan di Daerah Karanganyar, Jawa Tengah ketika PID mencoba untuk berbagi dengan mereka yang berada dalam perintisan.

Seperti yang diketahui bahwa di wilayah Karanganyar PID sudah lama menjalin Kerjasama dengan radio local di wilayah itu. Supaya pelayanan PID bisa terpantau dan tetap berjalan dengan semestinya maka PID menjalin Kerjasama dengan penyiaran setempat. Puji Tuhan tokoh pemilik radio local di sana bersedia untuk menjadi koordinator yaitu Pdt. Musi Teja.

Dibantu oleh koordinator lapangan itulah akhirnya rekan-rekan hamba Tuhan itu berkumpul di Karanganyar sebanyak 25 hamba Tuhan. Sementara dari PID yang hadir diwakili oleh Yosua Adi Pudjianto di mana dalam kesempatan tersebut diberikan pemaparan mengenai bentuk dam macamnya pelayanan Lembaga PID. Tentu saja dalam penjelasan tersebut juga didiberitahukan mengenai, apakah PID itu,  bagaimana visi dan misinya. Diperkenalkan juga panggilan PID dalam pelayanan. Disamping memberitakan Injil lewat media, Lembaga PID juga melakukan pelayanan bakti sosial secara langsung kepada masyarakat berupa pengobatan kepada masyarakat miskin, juga PID memberikan bantuan pendidikan bagi yang terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan dan bagi mereka memiliki komitmen untuk melayani Tuhan.

 Pada umumnya 25 hamba Tuhan yang hadir saat itu merupakan pendengar dari Radio Rasinda (Radio Sion Perdana). Sementara Pdt. Musi Teja adalah pemilik radio tersebut. Dalam kesaksian dari para hamba Tuhan itu biasanya mereka menjadi pendengar setia di kala di rumah mendengarkan program-program produksi Lembaga yang disiarkan di Radio Rasinda yang bertengger di AM dan FM tersebut. Melalui program-program produksi PID baik bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, itulah siaran tersebut sudah banyak membantu jemaat dalam pengetahuan rohani,  penguatan iman, juga pekabaran Injil bagi banyak orang  yang mendengarkannya. Untuk diketahui sebagai informasi bahwa Pdt. Musi Teja adalah di samping menjadi gembala juga menjadi pimpinan Radio Rasinda di Karanganyar, yang sekarang Radio Rasinda bisa ditangkap melalui streaming juga.