PERTEMUAN DENGAN PENGURUS STTELA

PERTEMUAN DENGAN PENGURUS STTELA

Lembaga Pelayanan Iman dan Doa, di Malang mendapat kunjungan tamu dari Sekolah Tinggi Teologi Elohom Indonesia (STTELA) untuk lebih memperkokoh kerjasama yang selama ini terjalin dengan baik. Kerjasama yang dimaksud berhubungan dengan beasiswa para mahasiswa yang menempuh pendidikan di STTELA yang mendapat dukungan dari Lembaga PID.

Lembaga Pendidikan Teologia STTELA adalah sebuah Lembaga pendidikan teologia yang dipandang oleh PID sebagai wadah untuk pembentukan para hamba Tuhan yang kelak akan terjun di ladang-Nya, dan dari sisi bobot Teologianya, dan juga disiplin pembentukannya bisa dijadikan acuan bahwa kelak ketika terjun di ladang Tuhan tidak memalukan. STTELA  sendiri telah melahirkan para hamba Tuhan yang sudah melayani di perbagai pelosok Tanah Air yang tak terhitung jumlahnya

Penerapan pembentukan kepada para mahasiswa STTELA selain berfokus kepada pendidikan itu sendiri tapi juga pembentukan karakter Kristus serta menyiapkan para mahasiswa untuk siap melayani dalam situasi apapun. Makanya tidak heran bila para lulusannya bisa hidup dan setia melayani dengan medan yang sulit sekalipun. Awal dari kerja sama PID dan STTELA sendiri ketika salah satu mahasiswanya yang tidak memiliki donatur untuk pendidikan semasa di STTELA. Memang Pendidikan di sekolah ini berdasarkan iman dan panggilan. Tentunya waktu dan penggemblengan yang akan menguji panggilan seseorang di sekolah ini.

Bila seseorang terpanggil untuk melayani dengan iman dan kesungguhan maka pihak sekolah akan berusaha sekuat tenaga untuk berusaha mencarikan  orang percaya yang tergerak atau terpanggil dalam menolong  para pemuda yang terpanggil dibentuk menjadi hamba Tuhan. PID sendiri sebelumnya hanya berfokus untuk mencari orang-orang Jawa karena pertimbangannya hamba Tuhan yang melayani orang Jawa sangatlah sedikit dibanding dengan jumlah orang jawa yang begitu banyak dan tersebar di seluruh dunia. Ketika itu ada mahasiswa satu mahasiswa dari daerah Jawa yang membutuhkan dana, yang hidupnya ketika itu di sebuah panti asuhan. Rupanya mahasiswa inilah yang pertama kali Lembaga PID memberikan bantuan dana dengan catatan kelak mahasiswa itu terpanggil untuk melayani orang-orang Jawa.

Namun perkembangan selanjutnya PID mempertimbangkan bahwa di STTELA memiliki mahasiswa yang cukup banyak dan tidak sedikit berasal dari berbagai daerah yang juga tidak memiliki dana untuk pendidikannya. Maka setelah mahasiswa dari Jawa yang pertama dibantu ini menyelesaikan maka ada beberapa yang bisa dibantu oleh  PID untuk mahasiswa lain. Puji Tuhan di Lambaga PID melalui pelayanan media ada beberapa saudara yang terpanggil khusus untuk membantu pendidikan banyak mahasiswa yang terpanggil di sekolah teologia untuk melayani di berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Dengan demikian PID bukan hanya bergerak di bidang media dalam pelayananya, tetapi juga membantu para mahasiswa yang tidak mampu membiayai dirinya ketika dia terpanggil untuk dibentuk menjadi hamba Tuhan di sebuah sekolah teologia, dan salah satunya yang berada di STTELA ini. Para mahasiswa di sekolah teologia ini berasal dari NTT, Kalimantan, Sumatera dan daerah lainnya. Kebanyakan mereka yang sudah menyelesaikan pendidikannya akan melayani di tempat asal mereka datang sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan kepada masing-masing mahasiswa. Mereka ada yang terpanggil melayani di gereja dan juga tersebar termasuk di kota-kota di Pulau Jawa ini.

Dalam pertemuan tersebut pihak STTELA diwakili oleh Ketua STTELA Bapak Firnoyoso, M. Th,  Bapak Ev. Analisman Laoli, M. Th dan Bapak Sugeng Witoyo, M.Th. Sementara PID sendiri diwakili  oleh Ketua Lembaga PID Pdt. Pudjianto dan sekretaris Nur Wadik. Inti dari pertemuan tersebut adalah untuk melanjutkan kerjasasama yang selama ini sudah terjalin dengan baik khususnya dalam bantuan dana pendidikan kepada para mahasiswa yang membutuhkan. Tentu saja tujuannya adalah bagaimana sebanyak mungkin orang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan ladang Tuhan yang tentu perlu adanya tenaga-tenaga muda untuk siap diterjunkan ke ladang pelayanan. Padi sudah menguning dan siap untuk dituai, dan STTELA adalah salah satu tempat yang tepat untuk pembentukan tersebut.