TEMU PENDENGAR

TEMU PENDENGAR

Kisah perjalanan hidup seseorang sangat unik. Pergumulan dan tantangan hidup menjadi bagian yang mewarnainya. Terkadang susah, senang dan bergumul menjadi lukisan yang tidak akan luntur untuk dilupakan. Hanya bagi mereka yang tahu apa arti bersyukur yang menjadikan semuanya bagian-bagian indah untuk dikenang. Sebaliknya bila pengalaman-pengalaman masa lalu itu kita pandang dengan perasaan gelap tentu hal tersebut menjadikan berat hidup untuk menatap masa depan.

Setidaknya inilah yang menjadi gambaran hidup dari perjalanan anak Tuhan bernama Yusak Budiharjo. Ia pernah dilayani oleh Pendeta Pudjianto. Betapa tidak berbagai hidup pernah dilakoninya. Pada tahun 1987 ia menjadi guru Sekolah Minggu di gerejanya yang menunjukkan ia cukup aktif berperan memajukan rumah Tuhan untuk mendidik anak-anak sebagai bagian masa depan gereja di mana ia tumbuh secara rohani.

Tapi perjuangan bertahan hidup juga mewarnai perjalan bagaimana ia harus menjadi tukang parkir untuk mendapatkan uang. Maklum masa-masa di mana kesulitan menjadi bagian perjalanan hidup dengan terlunta-lunta seperti tidak punya arah mau ke mana. Jangankan memikirkan pendidikan, soal makan saja menjadi pergumulan tersendiri. Tapi ibaratnya, kehidupan ini tidak melulu gelap, ada masa-masa di mana Tuhan turun tangan untuk memberikan jalan keluar.

Sinar pertolongan itu datang dan dirasakan melalui Tuhan yaitu gereja Tuhan memberikan pertolongan dengan biaya untuk sekolah. Tentu saja pendidikan menjadi pintu masuk di mana pengetahuan tentang hidup bisa diperoleh. Bukan hanya, Tuhan rupanya menyediakan teman hidup seorang gadis yang memungkinkan dirinya masuk ke dalam rumah tangga yang bahagia. Tuhan melengkapinya dengan 3 anak sebagai berkat Tuhan yang luar biasa. Sekarang dia menjadi pembaca setia berita pelayanan PID, dan senang mendengarkan renungan dari www.pidmedia.net. Sekarang  hidupnya merasa diberkati, dan ia ingin berkunjung rumah Pdt. Pudjianto yang pernah melayaninya beberapa tahun lalu. Inilah pertemuan yang terjadi setelah 20 tahuan tidak pernah berjumpa. Dan rupanya Tuhan telah menuntun dan bahkan memberkati hidupnya secara luar biasa. Puji nama Tuhan.