Natal 2021 Ini Tanpa Kekuatiran

Natal 2021 Ini Tanpa Kekuatiran

 

Salah satu tema di sebuah persekutuan doa Oikemene dengan mengambil tema menarik dalam suasana Natal tahun yaitu Natal Tanpa Kuatir. Di samping menarik juga menantang hingga patut disimak dengan seksama tema tersebut. Karena dalam realitanya tidaklah demikian menghadapi situasi sampai sekarang ini.

Kita tidak bisa serta merta melupakan perjalanan tahun ini, di mana kita bagaimanapun masih terkenang, suasana pada pertengahan tahun sekitar bulan Juli dan Agustus yang lalu. Situasinya, Virus Corona sangat mengganas, sehingga beberapa saudara harus kehilangan sahabat, saudara, suami, istri, dan tangisan kesedihan yang dalam banyak pihak. Tapi menjadi menarik ketika kembali kepada tema Tanpa Kekuatiran tadi. Mengawali dengan firman Tuhan yang mengatakan: ”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27).

Dalam kenyataannya sampai saat ini berbagai gereja masih menjalankan prosedur kesehatan yang ketat karena dikuatirkan virus COVID-19 itu tidak bisa diprediksi kemunculannya. Berbagai varian virus yang muncul seperti memaksa kita untuk tetap pada aturan pemerintah untuk waspada. Makanya beberapa gereja  masih terus menerapkan pembatasan dari tingkat kehadiran. Ada yang harus mendaftar kalau mau melakukan ibadah langsung, dan bila takut resiko maka pilihannya adalah tetap mengikuti ibadah secara online.

Namun demikian, bagaimanapun keadaannya orang percaya tidak boleh mendasari hidupnya hanya dikuasai oleh kekuatiran. Sebaliknya tetap mendasari dengan kebenaran firman Tuhan dengan ketegasan yang disampaikan Tuhan Yesus: “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."(Matius 6:34). Artinya bahwa kekuatiran memang bisa merusak persekutuan antara sesama. Dan juga dengan kuatir maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Dikuasai kekuatiran menjadikan lupa janji Tuhan.
  2. Dikuasai kekuatiran tidak menghargai hakekat hidup yang diberikan Tuhan.
  3. Dikuasai kekuatiran Tuhan Yesus mengatakan orang itu bodoh, karena tidak dengan kekuatirannya tidak bisa memperpanjang umur, memutihkan rambut dsb.
  4. Dikuasai kekuatiran tidak bisa bersyukur atas berkat Tuhan
  5. Dikuasai kekuatiran hidup menjadi tidak tenang.

Marilah natal ini tidak perlu kita kuatir, tetap merayakan dengan hati yang gembira, karena dengan Natal kita diingatkan bahwa anugerah Allah yang berwujud keselamatan itu telah diberikan kepada kita, kita tinggal menyambutnya, dengan mengingat pesan pemeritah untuk tetap menjaga prokes kesehatan.

 v