KEHADIRAN GEREJA MENDATANGKAN BERKAT

KEHADIRAN GEREJA MENDATANGKAN BERKAT
KEHADIRAN GEREJA MENDATANGKAN BERKAT

Di Kampung Gang Lawu Pare - Kediri dikenal sebagai Kampung Inggris ke berbagai daerah di Indonesia, dan dari sana juga datang permmintaan diadakannya pengobatan gratis bagi masyarakat di sekitar lingkungan Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA). Pelaksanaan bakti social pengobatan gratis ini berangkat dari pengalaman sebelumnya dari Pdt. Philipus Martono yang sebelumnya menyaksikan pengobatan gratis yang di-adakan oleh cabang GSJA yang ada di Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kediri.
Saat itu Pdt. Philipus Martono sendiri menyaksikan baksos yang disaksikannya dida-tangi oleh banyak orang di mana masyarakat berbondong-bondong datang mengikuti pengobatan gratis di desa Tanon tersebut, padahal di desa tersebut orang Kristen ter-bilang masih sedikit. Di desa tersebut perangkat desa yang berjiwa nasionalis mengijinkan masyarakatnya ikut serta dan pihak desa membuka pintu Tim Baksos mengadakan bakti sosial di Tanon, di situlah masyarakart mengerti bahwa kehadiran kekristenan di desanya itu mendatangkan berkat bagi mereka.
Pendeta Philipus Martono juga melihat bahwa Posyandu di desa tersebut sangat mendukung dengan kegiatan Bakti Sosial tersebut, demikian juga dengan Puskemas. Bagi Pusat Kesehatan Masyarakat kegiatan itu malah memberi keuntungan, di mana beberapa data bisa didapatkan mengenai kecenderungan penyakit yang dialami oleh Masyarakat itu tergambar sebagai data untuk Tindakan selanjutnya yaitu dalam waktu-waktu mendatang Puskesmaslah yang akan menangani selanjutnya.
Dari gambaran itulah akhirnya Pdt. Philipus Martono ingin mengadakan juga di de-sanya khususnya di lingkungan gerejanya yaitu di Kampung Gang Lawu, Pare. Makanya Pdt. Philipus Martono sebagai gembala menghubungi Tim Bakti Sosial pen-gobatan gratis untuk memprogramkan kegiatan yang sangat positif tersebut.
Benar saja, ternyata sambutan masyarakat sangat positif, mereka berbondong-bondong datang untuk memerikasakan diri di kegiatan Bakti Sosial itu. Karena Baksos dari Lembaga Pelayanan Iman & Doa (PID) membawa peralatan untuk memeriksa asam urat, gula, kolestrol dan beberapa penya-kit lainnya. Hal lain yaitu dilakukan praktek tusuk jarum dan potong rambut karena disediakan tukang cukur, pijat refleksi, namun juga team doa bagi yang mau didoakan secara Kristiani. Sekitar 200 pasien yang datang berobat, termasuk Pdt. Philipus mencoba untuk tusuk jarum dan pijat Refleksi.

Sebagai Lembaga pelayanan Kristen, tentu saja PID sangat bersyukur kepada Tuhan karena diberikan Tu-han orang-orang yang luar biasa untuk melayani Tuhan melalui Bakti Sosial dengan berbagai kegiatan tersebut. Mereka masing-masing membaktikan dirinya untuk kemuliaan nama Tuhan. Mereka yang men-dukung itu ada tenaga dokter, perawat, bidan, hingga mereka yang memiliki berbagai keahlian, seperti ahli potong rambut, tenaga tusuk jarum dan juga tim doa yang tidak bisa disepelekan. Mereka semua memiliki peran yang sangat besar dalam keterlibatannya di setiap kegiatan Bakti Sosial. Mereka mendedi-kasikan keahliannya karena terpanggil untuk pelayanan, bukan untuk hal lain. Sementara di pihak lapan-gan dalam hal ini keberadaan gereja sebagai tempat yang menyediakan semuanya, baik itu Lokasi dan koordinir mereka yang ingin dilayani juga punya peranan yang tidak kalah penting. Mereka semuanya punya tujuan yang jelas yaitu bagaimana menjadi berkat bagi banyak orang.
Sementara Bapak Juanes sebagai koordinator Bakti Sosial PID ini selama ini juga memiliki peranan pent-ing dari semua terselenggaranya Bakti Sosial tersebut. Dialah yang merencanakan dengan matang, dan sudah dipikirkan mendalam dengan visi dan misi yang jelas yang dibuktikan dengan membuat program dalam satu tahun 2026 ini di mana sudah direncanakann Bakti Sosial sebanyak empat kali.
Dan bila memungkinkan dengan berbagai kemungkinan di mana ada anugerah Tuhan kegiatan Baksos ini bisa dilakukan lebih dari yang sudah terencana tersebut. Apalagi antusiasme banyak gereja dengan mengajukan permintaan dari berbagai daerah. Namun, tentu saja kami perlu mempertimbangkan banyak segi, seperti jarak jangkau lokasi, karena misalnya ada permintaan dari wilayah Jawa Tengah misalnya tentu kami sulit menjangkau dengan berbagtai pertimbangan. Untuk diketahui, bahwa dokter dan para medis dan tenaga lainnya adalah orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan sehari-hari. Artinya bahwa mereka bisa melakukan kegiatan Baksos tersebut kalau hari Minggu saja. Hari yang lain mereka berkegiatan di masing-masing.