DARI MEJA FOLLOW-UP

DARI MEJA FOLLOW-UP

“Om, saya ingin bisa menilpun bolehkah? Kehidupan saya sekarang sedang sarat masalah, dan tidak ada tempat curhat, mungkin sedikit saya bukakan, suami saya sekarang tidak sesabar dulu, terlebih setelah kena PHK, seolah-olah semua beban kehidupan yang terjadi itu karena kesalahan dia memilih saya menjadi pasangan. Tetapi lebih jelasnya saya akan bicara di tilpun, boleh ya om?” (Nitya, Jakarta)
“Bapak pdt. Saya sekarang tidak lagi ke gereja di mana pertama kali saya masuk gereja, saya pindah ke gereja lain, apakah saya salah dengan bertimdak demikian? Saya merasa di gereja pertama tidak nyaman, karena saya dianggap domi-nan dalam pelayanan Bapak, dari pada saya jadi sumber masalah lebih baik saya, pindah gereja saja (Priskila-Wonosobo)
“Pak pdt, saya tidak menyangka bahwa sakit yang saya derita ini membuat saya dikeluarkan dari tempat kerja saya, dengan pesangon 3 bulan gaji saya. Pada hal saya butuh perawatan. Bersyukur pak RW memberikan kartu berobat gratis, sehingga saya bisa ke dokter dan malah dirujuk ke dokter ahli di Ru-mah sakit. Tapi saya sekeluarga kan butuh makan, doakan kami ya om? (Timbul Sungkono, Sukarejo)