PENGABDIAN ITU PERLU DIAPRESIASI
Beberapa tahun terakhir ini Lembaga PID terus membangun hub-ungan dengan beberapa guru yang mengabdikan dirinya untuk mengajar walaupun tanpa ada sokongan dana dan hanya karena ketulusan dan keihklasan untuk mendidik anak-anak secara rohani dilakukannya penuh dengan kesetiaan. Hal tersebut dapat di-tangkap dalam acara pertemuan dengan mereka.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 19 guru honorer guru mengajar pelajaran Agama Kristen di Blitar terse-but sekaligus menjadi pengalaman yang mengharukan dan membangkitkan semangat dalam pelayanan. Ketika mereka membagikan kisah pengabdian dan perjuangan mereka, terasa jelas bahwa pelayanan yang dilakukan lahir dari panggilan hati untuk melayani Tuhan dan menjaga iman generasi muda.
Lembaga Pelayanan Iman & Doa (PID) memiliki kepedulian terhadap rekan-rekan sepelayanan ini. Latar belakang mereka beragam: ada yang merupakan gembala jemaat dalam tahap perintisan, ada pula yang berlatar belakang pendidikan guru dan juga penginjil. Mereka terpanggil untuk mengajar karena di ban-yak sekolah negeri di mana terdapat siswa beragama Kristen, na-mun tidak tersedia guru Agama Kristen. Maka dalam kondisi sep-erti itu mereka hadir.
Sebagian dari mereka mulai mengajar karena ditawari oleh kepala sekolah yang memiliki kepedulian terhadap murid-murid Kristen. Namun, tawaran itu sering disertai kejujuran, “Kami tidak bisa memberikan imbalan, ya mbak atau mas.” Dalam praktiknya, ada yang menerima honor Rp.100.000 setiap tiga bulan, ada yang Rp.150.000 setiap empat bulan, bahkan ada pula yang mengajar tanpa menerima imbalan sama sekali.
Hal yang patut disyukuri oleh para guru ini adalah kesempatan untuk menjaga iman anak-anak Kristen, terutama di usia Sekolah Dasar yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan hingga berpotensi meninggalkan iman mereka. Di beberapa sekolah, ketika kepala sekolah bersikap fanatik terhadap aga-manya sendiri, tidak ada peluang sama sekali bagi pengajaran Agama Kristen. Bahkan, anak-anak Kristen kerap dianjurkan mengikuti pelajaran agama lain demi memperoleh nilai. Kondisi inilah yang mendorong para guru ini untuk mendaftar, bahkan tidak jarang harus melalui perdebatan terlebih dahulu demi mem-buka jalan pelayanan untuk mengadakan pembinaan kepada mereka
